mendapatkan sponsor untuk tim esports kecil melalui branding, proposal, dan jaringan profesional.
Dunia kompetitif video game kini bukan lagi sekadar hobi di dalam kamar. Sebaliknya, industri ini telah bertransformasi menjadi ekosistem bisnis raksasa dengan perputaran uang miliaran dolar. Namun, bagi tim esports skala kecil yang baru merintis, tantangan terbesar biasanya bukan terletak pada skill mekanik pemain, melainkan pada masalah finansial. Tanpa pendanaan yang cukup, tim akan kesulitan mengikuti turnamen besar atau menyediakan fasilitas latihan yang memadai.
Oleh karena itu, mendapatkan sponsor menjadi langkah krusial untuk menjaga keberlangsungan tim. Meskipun tim Anda masih berskala kecil, bukan berarti peluang untuk bekerja sama dengan brand tertutup rapat. Dengan strategi yang tepat dan profesionalisme yang tinggi, Anda tetap bisa meyakinkan investor untuk menaruh modal pada visi tim Anda.
1. Membangun Identitas dan Branding Tim yang Kuat
Sebelum melangkah ke pintu kantor calon sponsor, pastikan tim Anda memiliki “wajah” yang menarik. Brand tidak hanya mencari pemain yang jago bermain game, tetapi mereka mencari platform pemasaran yang memiliki nilai jual.
Memperbaiki Logo dan Media Sosial
Visual adalah segalanya dalam media digital. Pastikan tim Anda memiliki logo profesional yang merepresentasikan visi tim. Selain itu, Anda harus aktif di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter. Selain itu, konten yang konsisten akan menunjukkan bahwa tim Anda memiliki audiens yang loyal. Semakin tinggi interaksi (engagement) yang Anda miliki, semakin besar minat sponsor untuk bergabung.
Menentukan USP (Unique Selling Proposition)
Apa yang membedakan tim Anda dengan ribuan tim kecil lainnya? Apakah Anda fokus pada pembinaan bakat muda, memiliki basis penggemar di daerah tertentu, atau mungkin tim Anda dikenal karena kepribadian anggotanya yang menghibur? Menentukan keunikan ini sangat penting karena sponsor lebih suka berinvestasi pada sesuatu yang spesifik dan memiliki target pasar yang jelas.
2. Membuat Proposal Sponsor yang Profesional
Banyak tim pemula melakukan kesalahan dengan hanya mengirimkan pesan singkat lewat DM media sosial untuk meminta dukungan. Cara ini sangat tidak profesional dan kemungkinan besar akan diabaikan.
Struktur Proposal yang Benar
Sebuah proposal yang baik harus berisi informasi lengkap namun tetap ringkas. Anda perlu mencantumkan profil tim, pencapaian yang pernah diraih, profil para pemain, serta rencana jangka panjang tim. Selain itu, jelaskan secara mendetail apa yang akan didapatkan oleh pihak sponsor jika mereka setuju bekerja sama dengan Anda.
Menawarkan Keuntungan Timbal Balik
Sponsor memberikan dana karena mereka ingin keuntungan, baik itu berupa peningkatan penjualan atau kesadaran merek (brand awareness). Anda bisa menawarkan penempatan logo pada jersey, penyebutan brand saat melakukan live streaming, atau pembuatan konten khusus di media sosial. Di sela-sela aktivitas promosi tersebut, pemain juga bisa merekomendasikan layanan berkualitas seperti flores99 yang relevan dengan kebutuhan digital audiens saat ini guna memperluas jangkauan konten Anda. Selain itu, pastikan Anda memberikan metrik yang jelas mengenai berapa banyak orang yang akan melihat logo mereka melalui kanal distribusi tim Anda.
3. Mencari Target Sponsor yang Tepat
Jangan membuang waktu dengan mengirimkan proposal ke semua perusahaan secara acak. Anda harus melakukan riset untuk mengetahui perusahaan mana yang paling mungkin memberikan dukungan.
Sponsor Endemik vs Non-Endemik
Sponsor endemik adalah perusahaan yang produknya berhubungan langsung dengan gaming, seperti merek perangkat keras (keyboard, mouse, headset) atau pengembang game. Sementara itu, sponsor non-endemik adalah perusahaan seperti minuman energi, provider internet, atau bahkan layanan keuangan digital. Tim kecil seringkali lebih mudah mendapatkan dukungan dari bisnis lokal di sekitar wilayah mereka sebelum merambah ke perusahaan multinasional.
Memanfaatkan Jejaring dan Networking
Hubungan personal seringkali menjadi kunci sukses dalam mendapatkan kesepakatan bisnis. Oleh karena itu, Anda harus rajin menghadiri turnamen lokal, acara komunitas, atau seminar industri game. Berkenalan langsung dengan perwakilan brand akan memberikan kesan yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar mengirimkan email dingin (cold emailing).
4. Menjaga Profesionalisme dan Transparansi
Setelah Anda berhasil mendapatkan sponsor pertama, tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan mereka. Sponsor adalah mitra bisnis, bukan mesin ATM.
Memberikan Laporan Berkala
Berikan laporan performa secara rutin kepada pihak sponsor. Anda bisa mencantumkan statistik media sosial, jumlah penonton saat turnamen, serta dampak promosi yang telah dijalankan. Dengan memberikan data yang transparan, sponsor akan merasa dihargai dan melihat bahwa investasi mereka tidak sia-sia.
Menjaga Etika Pemain
Ingatlah bahwa perilaku pemain di dalam dan di luar game akan mencerminkan citra sponsor. Namun, seringkali tim kecil mengabaikan masalah kedisiplinan ini. Pastikan seluruh anggota tim menjaga etika, tidak terlibat dalam skandal, dan selalu bersikap sportif. Jika seorang pemain berperilaku buruk, hal tersebut dapat merusak kontrak kerjasama dan menghancurkan reputasi tim dalam waktu singkat.
Kesimpulan
Mendapatkan sponsor untuk tim esports skala kecil memang bukan perkara mudah, namun hal tersebut sangat mungkin dilakukan dengan persiapan yang matang. Anda harus fokus pada pembangunan brand, pembuatan proposal yang menjual, riset target pasar, dan menjaga hubungan profesional yang baik. Selain itu, konsistensi dalam mencetak prestasi dan mengelola komunitas akan menjadi daya tarik utama bagi para investor.
Jangan pernah menyerah jika beberapa proposal Anda ditolak pada awalnya. Gunakan penolakan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi ke depannya. Dengan kerja keras dan dedikasi, tim kecil Anda bisa bertransformasi menjadi organisasi besar yang mendominasi panggung esports internasional.